Senin, 16 November 2015
Terorisme bukan Muslim
Jumat, 13 November 2015 dunia dikejutkan oleh serangan teroris di 7 titik lokasi berbeda kota Paris, disertai ledakan bom di dekat Stadion Stade de France. 132 orang tewas dalam peristiwa terorisme ini.
Buntut dari kejadian ini menimbulkan istilah yang pada media sosial disebut " Islamofobia ". Islamofobia ini booming terutama di Eropa dan Amerika. Masyarakat Eropa semakin memojokkan dan menyudutkan Saudara kita yang beragama muslim , mereka melakukan generalisasi bahwa pelaku terorisme adalah orang muslim. Cukup miris memang, orang Eropa yang kita kenal berpikiran terbuka, melakukan generalisasi terhadap suatu pemeluk agama tertentu akibat tindakan terorisme. Ada satu kisah yang saya rasa cukup mampu menyadarkan masyarakat dunia bahwa terorisme bukan muslim. Terorisme harus kita lawan bersama sebagai suatu kesatuan masyarakat dunia yang ingin hidup damai.
Dari Twitter, didapat kisah dari Alex Malloy yang menceritakan bagaimana sedihnya sopir taksi yang ditumpanginya. Sopir itu beragama muslim, dan hal pertama yang dikatakan kepada Malloy ketika masuk ke taxinya adalah ungkapan rasa terimakasih. Sopir taksi itu berterimakasih karena selama 2 jam, Malloy adalah penumpang pertama taksi tersebut. Banyak orang enggan menggunakan taksi sopir tersebut karena sopir tersebut adalah seorang muslim. Sopir taksi tersebut menangis di sepanjang perjalanan, ia bersedih karena masyarakat menggeneralisasi umat muslim sebagai terorisme. Sopir taksi tersebut mengatakan, " Allah, my God doesn't believe in this. People think i am a part of this, and i'm not.".
Terorisme ini harus kita lawan bersama sama sebagai saudara. Bagaimana kita bisa memerangi terorisme yang menghantui kita, jika timbul pola pikir skeptis dan generalis terhadap saudara kita sendiri? Jangan limpahkan rasa kesal dan kemarahan kita kepada saudara kita yang muslim, yang tidak tahu apa apa mengenai terorisme yang terjadi. Mereka justru menjadi korban secara tidak langsung dari serangkaian kegiatan terorisme yang terjadi. Saudara kita yang muslim sekarang banyak dikucilkan dan dibenci akibat terorisme. Mereka tidak bisa hidup damai dan tenang. Padahal mereka sama sekali bukan bagian dari kegiatan terorisme. Masyarakat dunia kini tidak seharusnya memojokkan saudara kita yang muslim hanya karena teroris memiliki agama muslim. Saudara kita yang muslim layak mendapat perlakuan yang sama, perlindungan yang sama. Karena mereka adalah bagian dari kita, bagian dari masyarakat dunia yang ingin hidup damai. Terorisme tidak memandang agama. Apapun keyakinan Anda, ketika terjadi bom di dekat Anda, anda tetap akan menjadi korban. Tidak ada beda antara Nasrani, Muslim, Budha, maupun Hindu. Semua memiliki peluang yang sama menjadi korban terorisme.
Jadi yang ingin Saya tekankan kepada siapapun yang membaca sedikit ulasan saya ini, Tolong hentikan Islamofobia ini. Tolong hentikan ketidakadilan perlakuan terhadap Saudara Muslimku. Mari saling merangkul serta bahu membahu menghadapi masalah bersama ini, yaitu Terorisme.
Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah Religiusitas yang diampu oleh Bapak Gregdaru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar